Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarmasin

Permintaan Bahan Pokok Naik di Akhir Tahun, Dinas Perdagangan Kalsel Gelar Operasi Pasar Sebulan Penuh

×

Permintaan Bahan Pokok Naik di Akhir Tahun, Dinas Perdagangan Kalsel Gelar Operasi Pasar Sebulan Penuh

Sebarkan artikel ini
Ahmad Bagiawan Kepala Dinas Perdagangan Kalsel memberikan penjelasan tentang operasi pasar murah menjelang akhir tahun.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Ahmad Bagiawan saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya terkait pelaksanaan operasi pasar murah.

BANJARMASIN – Menjelang akhir tahun, permintaan terhadap sejumlah bahan pokok di Kalimantan Selatan mengalami peningkatan signifikan. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mengatakan lonjakan permintaan ini dipicu oleh berbagai momentum besar yang berlangsung hampir bersamaan, seperti perayaan Natal, Tahun Baru, dan Haul Guru Sekumpul di penghujung Desember.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/11/2025), Ahmad Bagiawan menjelaskan bahwa peningkatan permintaan berimbas pada naiknya harga sejumlah komoditas.

“Tahun ini cukup padat. Selain Natal dan Tahun Baru, kita juga menghadapi Haul Guru Sekumpul yang biasanya membuat arus kebutuhan meningkat tajam. Fokus kami memastikan stok bahan pokok aman dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

Menurut data Dinas Perdagangan, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling cepat naik. Harga rata-ratanya kini mencapai Rp37.962 per kilogram, naik dari Rp30 ribu pekan lalu. Di beberapa daerah seperti Tanah Laut, Banjarbaru, dan Hulu Sungai Selatan, harga bahkan menembus Rp40 ribu per kilogram.

Selain itu, bawang putih kini rata-rata dijual Rp33 ribu/kg, bawang prai Rp22 ribu/kg, serta telur dan daging ayam yang juga mengalami kenaikan. Namun untuk beras, stok dipastikan masih aman karena sejumlah daerah tengah memasuki masa panen.

“Beras premium dan medium masih stabil berkat produksi lokal kita yang cukup,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi gejolak harga, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin telah menginstruksikan pelaksanaan operasi pasar murah selama satu bulan penuh.

“Atas arahan Pak Gubernur, operasi pasar dimulai hari ini, 4 November, dan akan berlangsung hingga 4 Desember. Kami akan keliling ke seluruh kabupaten/kota,” terang Bagiawan.

Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah menjual sejumlah bahan pokok di bawah harga pasar, seperti gula pasir Rp16.000/kg dan minyak goreng Rp15.700/liter. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli dalam jumlah terbatas.

Baca Juga  Pelajar di Amuntai Utara Dikeroyok Saat Jemput Teman, Alami Luka Tusuk Serius

“Kita batasi pembelian, supaya penyebaran merata. Gula dan minyak goreng maksimal dua kilo per orang. Tujuannya agar semua masyarakat bisa menikmati harga distributor,” tegasnya.

Ahmad Bagiawan juga mengingatkan warga agar tidak panik dan tidak melakukan aksi borong yang justru bisa memicu kenaikan harga lebih lanjut.

“Kami paham kebutuhan meningkat, apalagi dengan adanya program makanan bergizi gratis dari pemerintah. Tapi masyarakat jangan panik. Belanja secukupnya saja,” pesannya.

Ia menambahkan, sejauh ini kenaikan harga masih dalam batas wajar dan pihaknya terus melakukan pemantauan harga di lapangan.

“Bawang merah di Banjarmasin misalnya, naik sekitar Rp3.000 dalam seminggu, dari Rp35 ribu jadi Rp38 ribu. Kita pantau terus supaya tidak melonjak terlalu jauh,” tutupnya.

Sumber: MC Kalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *