Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Malang

Investasi Bodong Berkedok Bakso Lombok di Malang, Puluhan Warga Jadi Korban

×

Investasi Bodong Berkedok Bakso Lombok di Malang, Puluhan Warga Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Tampak gerai Bakso Lombok di Malang yang dijadikan ilustrasi kasus investasi bodong berkedok usaha kuliner.
Salah satu gerai Bakso Lombok di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Foto ini digunakan sebagai ilustrasi pemberitaan kasus dugaan investasi bodong yang mengatasnamakan usaha kuliner Bakso Lombok. (Foto: dok. Agung/BK).

MALANG — Kasus investasi bodong berkedok usaha kuliner “Bakso Lombok” di Kota Malang kembali mencuat setelah puluhan warga melaporkan kehilangan uang dalam jumlah besar. Pelaku yang diketahui bernama Zidan, Direktur PT Zidan Group, diduga menipu korban dengan janji keuntungan tinggi dari skema investasi bagi hasil.

Namun hingga kini, pelaku utama belum berhasil diamankan dan disebut masih berkeliaran bebas. Polisi terus melakukan pengejaran terhadap Zidan yang diduga membawa lari dana ratusan juta rupiah dari para investor.

Agus (42) salah seorang korban mengaku sempat percaya dengan tawaran investasi tersebut karena dianggap memiliki potensi bisnis nyata di bidang kuliner.

“Awalnya terlihat meyakinkan karena sudah buka beberapa cabang. Tapi setelah uang disetor, komunikasi putus total,” ujarnya, Minggu (27/10/2025).

Menurut laporan, kerugian total korban mencapai sekitar Rp800 juta. Beberapa korban lain juga mengaku tidak pernah menerima hasil investasi sebagaimana dijanjikan.

Kepolisian Resor Kota Malang telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku dan menelusuri aset yang diduga berasal dari hasil penipuan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat,” kata Kasat Reskrim Polresta Malang AKP Andi Firmansyah.

Ia menegaskan, penyidik tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Polisi juga mengajak para korban untuk aktif memberikan informasi tambahan agar penanganan perkara dapat segera dituntaskan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas dan izin usaha sebelum berinvestasi, terutama pada bisnis yang belum jelas kredibilitasnya

Baca Juga  Polres Malang Gelar Sertijab Sejumlah Pejabat Berganti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *