Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kotawaringin Barat

Disambangi Aliansi Petani Sawit, Legislatif Asal Kalteng Ini Kembali Buka Suara

×

Disambangi Aliansi Petani Sawit, Legislatif Asal Kalteng Ini Kembali Buka Suara

Sebarkan artikel ini

Bacakabar.idPangkalan Bun, Kebijakan pemerintah terkait larangan Ekspor CPO sawit ke luar Negeri menuai kritikan keras dari politikus Partai Demokrat Kalteng, Bambang Purwanto Selaku Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Kalteng kembali mengkritik kebijakan Presiden RI yang menurutnya sangat merugikan masyarakat, khususnya para Petani Sawit.

Hal itu disampaikanya saat menerima Kunjungan dari Aliansi Petani Sawit Kabupaten Kotawaringin Barat di kantor DPC Partai Demokrat Kotawaringin Barat Selasa, (17/5/2022).

Menurutnya, dampak kebijakan itu membuat petani sawit di daerah merasa kesulitan, sebab harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit kini semakin merosot. Bukan hanya itu, bahkan petani juga kesulitan menjual hasil produksinya.

“Apalagi saat ini sudah banyak perusahaan yang mulai membatasi bahkan menolak membeli sawit petani tentu ini akibat CPO yang tidak bisa diekspor, akibatnya sawit petani terancam tidak bisa dipasarkan, tentu terancam bangkrut,” kata bambang.

Politikus ini menegaskan, apabila kebijakan ini tidak dicabut dan terus berlanjut dikhawatirkan memberikan efek buruk terhadap keberlangsungan petani kecil.

“Akibat kebijakan ini juga bisa mengancam kebun petani, ketika harga hancur, lama-lama petani bisa jual kebunnya, karena pasti tidak mampu merawat kebun,” jelasnya.

Jadi kebijakan larangan ekspor dampaknya petani bangkrut serta perusahaan juga bisa bangkrut. Apakah memang itu yang dikehendaki,?

Mantan Bupati Kobar meminta pemerintah segera membuka kran ekspor CPO beserta turunannya mengingat jumlah kebun swadaya milik masyarakat terbilang cukup besar.

“Pemerintah harus mendengar jeritan petani sawit yang jumlahnya sangat besar, kurang lebih 42 persen dari jumlah kebun sawit yang ada. Selaku wakil rakyat saya meminta agar segera membuka ekspor CPO dan turunannya agar tidak melebar kemana-mana,” tegas Bambang Purwanto. (Riduan/ril)

Baca Juga  Hadapi Perkara, JPN Kejari Kobar Persiapkan Penyusunan Dokumen Persidangan dan Alat Bukti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *