Banjarmasin – Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kalimantan Selatan mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarmasin atas inisiatifnya menggelar bazar sembako murah untuk masyarakat menengah ke bawah.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Banjarmasin Kreatif Hub pada Rabu (17/9) ini menjadi bukti nyata kepedulian anak muda terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Puluhan ibu rumah tangga hingga driver ojek online antusias memadati lokasi sejak pagi.
Asisten II Gubernur Kalimantan Selatan, Dr. Aryadi Noor, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur H. Muhidin, menyampaikan apresiasi atas peran FKP dalam menjaga stabilitas pangan di tengah tekanan ekonomi.
“Gubernur sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bazar sederhana seperti ini punya makna besar bagi masyarakat karena membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Ketahanan pangan menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Aryadi.
Dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Kota Banjarmasin. Wali Kota Muhammad Yamin melalui Wakil Wali Kota Hj. Ananda menyebut, bazar ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi wujud nyata kolaborasi pemerintah dan komunitas pemuda untuk membantu warga.
“Terima kasih kepada FKP dan Bulog Kalsel yang telah menghadirkan bazar pangan murah ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat,” ujar Hj. Ananda.
Bazar tersebut menyediakan paket berisi beras SIAM 2 liter, telur setengah kilogram, sarden, dan mie instan. Harga satu paket hanya Rp20.000 dari harga normal Rp40.000 berkat subsidi. Selain itu, FKP juga membagikan paket sembako gratis kepada driver ojek online dan buruh harian.
Ketua Umum FKP Kalimantan Selatan, Arisandi Hidayatullah, menjelaskan bahwa bazar bukan hanya sekadar kegiatan berbagi, tetapi bagian dari gerakan jangka panjang untuk mencetak wirausahawan muda dan menekan angka kemiskinan.
“Kami ingin kegiatan ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat kecil. Selain bazar, FKP juga menjalankan program pembinaan kewirausahaan untuk pelajar, mahasiswa, dan pemuda agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” jelas Arisandi.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan penguat solidaritas sosial. “Gotong royong sangat terasa. Ini bukan sekadar transaksi jual beli, tapi momentum untuk saling menguatkan,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan semangat kolaborasi, FKP Kalsel optimistis bazar pangan murah akan menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.












