Banjarmasin – Komitmen kemitraan antara perusahaan dan masyarakat kembali terjalin di Kelurahan Mantuil, Kota Banjarmasin. Dua kesepakatan resmi ditandatangani, yakni antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan warga RT17 Mantuil, serta PT Laban dengan perwakilan warga Antasan Bondan.
Dalam kesepakatan pertama, Ketua RT17 Kelurahan Mantuil Rahimah bersama General Manager PT Pelindo Trisakti Ari Sudarsono menandatangani perjanjian dukungan terhadap operasional Pelabuhan Basirih sekaligus pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Perjanjian ini mencakup dukungan warga RT 17 terhadap kelancaran operasional pelabuhan, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Sebagai timbal balik, PT Pelindo berkomitmen melaksanakan program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur sosial sesuai kebutuhan warga.
Selain itu, PT Laban juga menjalin kesepakatan dengan masyarakat Antasan Bondan. Perjanjian ditandatangani oleh Hasan C mewakili PT Laban dan Gusti mewakili warga, dengan disaksikan tokoh masyarakat setempat. Dalam perjanjian tersebut, PT Laban menyatakan siap membuka dokumen izin lingkungan kepada publik, memberi prioritas tenaga kerja bagi warga sekitar, serta menyalurkan dana CSR secara transparan.
General Manager PT Pelindo Trisakti, Ari Sudarsono, menegaskan pihaknya menyambut baik kemitraan ini sebagai bentuk nyata sinergi perusahaan dengan masyarakat. “Kerja sama ini bukan hanya soal operasional pelabuhan, tapi juga komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. CSR akan kami sesuaikan dengan kebutuhan warga agar manfaatnya benar-benar terasa,” ujar Ari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang menjaga iklim investasi tetap kondusif di Kalimantan Selatan. “Dukungan Polda Kalsel sangat berarti. Dengan situasi yang aman, kami lebih fokus menjalankan investasi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT 17 Mantuil, Rahimah, menegaskan masyarakat terbuka mendukung operasional pelabuhan sepanjang hak-hak mereka tidak diabaikan. “Kami menyambut baik kerja sama ini. Yang penting, kebutuhan dasar warga—pendidikan, kesehatan, sampai pemberdayaan ekonomi—benar-benar diperhatikan,” kata Rahimah.
Perwakilan warga Antasan Bondan, Gusti, juga menyampaikan harapan senada.
“Kami ingin transparansi benar-benar dijalankan, terutama soal tenaga kerja dan dana CSR. Kalau perusahaan serius melibatkan masyarakat, maka hubungan baik ini akan langgeng,” ucapnya.
Kesepakatan antara PT Pelindo, PT Laban, dan warga Mantuil ini menjadi momentum penting bagi keberlanjutan pembangunan di Banjarmasin. Sinergi tersebut diharapkan menjadi contoh kemitraan yang sehat, transparan, dan berkeadilan antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah.












