KOTABARU – Tingginya intensitas hujan sejak Rabu dini hari hingga Kamis (28/8/2025) menyebabkan banjir merendam puluhan rumah warga di Desa Semayap dan Desa Gunung Ulin, termasuk rumah Kepala Desa Gunung Ulin, Muhammad Penganten.
Warga mengaku kesulitan beraktivitas karena air tak hanya menggenangi halaman tetapi masuk ke dalam rumah. “Air naik cepat sejak subuh. Kami harus memindahkan barang-barang penting ke lantai atas. Situasinya merepotkan, terutama bagi warga dengan anak kecil,” ungkap seorang warga.
Kepala Desa Muhammad Penganten menyatakan bahwa banjir kali ini termasuk yang paling tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut penyumbatan sungai akibat sampah, batang pohon, dan sedimentasi memperparah luapan air.
“Rumah saya sendiri terendam, begitu juga rumah warga lainnya. Kami mendesak pihak terkait segera melakukan pengerukan sungai dan membangun jembatan lebih tinggi agar banjir bisa diminimalkan di masa depan,” tegas Penganten.
Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu akses jalan di sejumlah titik sehingga kendaraan sulit melintas. Warga berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti dan menyediakan solusi jangka panjang agar musibah serupa tidak terus terjadi setiap musim hujan.












