Cheongju, Korea Selatan – HWPL menggelar Peringatan 11 Tahun World Peace Summit pada 18–19 September 2025. Lebih dari 20 pemimpin dunia dan 600 tokoh internasional hadir di Cheongju, Korea Selatan, untuk membahas masa depan perdamaian global.
Acara bertema “Bersatu untuk Perdamaian, Bersama Menunaikan Tugas Kemanusiaan” ini menghadirkan presiden, perdana menteri, ketua parlemen, hingga tokoh pendidikan, agama, dan media dari berbagai negara.
HWPL memaparkan capaian utama selama setahun terakhir, termasuk meningkatnya dukungan global terhadap Declaration of Peace and Cessation of War (DPCW). Tahun 2024, PARLATINO yang beranggotakan 23 negara resmi mendukung prinsip DPCW. Resolusi serupa juga disahkan di Amerika Serikat, Mongolia, Mali, dan Madagaskar.
Selain itu, HWPL memperluas dialog lintas agama melalui kajian kitab suci, memasukkan Peace Education ke kurikulum nasional Timor-Leste, serta menggelar kampanye persatuan Korea bertajuk “Donghaeng: Menghubungkan Korea.”
Jumlah anggota HWPL meningkat dari 500.000 pada 2024 menjadi 700.000 pada 2025. Ketua HWPL Lee Man Hee menegaskan, “Kitalah pelaku perdamaian. Mari kita bawa dunia menuju damai.”
Hingga Oktober 2025, peringatan serupa akan berlangsung di 66 lokasi di 60 negara dengan lebih dari 13.000 peserta. Agenda ini memperkuat jaringan perdamaian lokal sekaligus mengajak masyarakat global bersatu demi masa depan yang damai.






