Tanah Laut, bacakabar – Di usia senjanya, Juairiyah (73) tetap menjadi tulang punggung keluarga. Tinggal di Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumimakmur, ia merawat dua anak laki-laki dewasa dengan disabilitas, Muhammad Hatni (29) yang tunagrahita dan Marhani (23) dengan keterbelakangan mental, serta menantu perempuan, Siti Aminah, yang tunanetra.
Setiap hari, Juairiyah berjualan ikan kering dan ikan hidup demi mencukupi kebutuhan. Ia sering menempuh puluhan kilometer menuju pasar-pasar sekitar, seperti Pasar Gunungmakmur di Kecamatan Takisung. Namun, penghasilannya tidak menentu—kadang hanya belasan ribu rupiah, bahkan pernah pulang tanpa hasil.
Belum lama ini, Juairiyah menerima bantuan beras 20 kilogram dari pemerintah. Ia juga kedatangan Marliana, pengurus pusat Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) sekaligus pegawai Kementerian Agama Tala. Marliana datang membawa paket sembako dan melihat langsung kondisi rumah Juairiyah yang sudah reyot.
Rumah berlantai kayu keropos, dinding rusak, dan ruang sempit itu membuat kehidupan keluarga Juairiyah semakin memprihatinkan. Melihat kondisi tersebut, Marliana berjanji akan mengupayakan bantuan perbaikan rumah.
“Insyaallah, saya akan mengusahakan perbaikan rumah Ibu Juairiyah agar beliau dan keluarganya bisa tinggal lebih nyaman,” ujar Marliana kepada media Minggu, (10/8/2025).
Juairiyah hanya berharap satu hal: bisa hidup tenang bersama keluarganya di rumah yang layak, tanpa takut bocor atau roboh saat hujan deras.












