Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarmasin

Festival Pasar Terapung 2025 Meriahkan Banjarmasin, Angkat Budaya Banua ke Panggung Nasional

×

Festival Pasar Terapung 2025 Meriahkan Banjarmasin, Angkat Budaya Banua ke Panggung Nasional

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, membuka Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025 di Panggung 0 Kilometer. Festival ini menghadirkan parade kelotok, pertunjukan seni Banjar, dan berbagai kegiatan budaya khas Kalimantan Selatan.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, membuka Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025 di Panggung 0 Kilometer. Festival ini menghadirkan parade kelotok, pertunjukan seni Banjar, dan berbagai kegiatan budaya khas Kalimantan Selatan.

Banjarmasin, bacakabar – Kota Banjarmasin tampil semarak dengan digelarnya Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025 di Panggung 0 Kilometer, Sabtu (8/8/2025). Festival yang menjadi ikon budaya dan pariwisata Kalimantan Selatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 8 hingga 10 Agustus 2025.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, membuka secara resmi event tahunan ini sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan. Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan budaya yang menarik, seperti Kampoeng Bandjar, Parade Kelotok Hias, Panggung Seni dan Budaya, Festival Olahraga Tradisional, Galeri Seni Pusaka, serta Lomba Foto dan Video.

Dalam sambutannya, H. Muhammad Syarifuddin menekankan pentingnya festival ini dalam upaya melestarikan budaya lokal dan memperkenalkan warisan Banua kepada dunia luar.

“Pasar terapung bukan hanya destinasi wisata, tetapi simbol kehidupan dan budaya masyarakat Kalimantan Selatan. Melalui festival ini, kita ingin menyampaikan kepada generasi muda bahwa budaya lokal punya nilai luhur yang tak kalah dengan budaya global,” ujar Syarifuddin.

Ia juga menyampaikan harapan besar dari pemerintah provinsi agar festival ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi menjadi penggerak sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

“Kita ingin event seperti ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal, memajukan UMKM, serta menarik wisatawan nusantara dan mancanegara,” tambahnya.

 

Selama penyelenggaraan festival, ribuan pengunjung memadati kawasan 0 Kilometer. Mereka antusias menyaksikan parade kelotok yang penuh warna, pertunjukan seni dari seniman lokal, serta bazar kuliner tradisional yang memanjakan lidah.

Festival ini juga menggandeng komunitas seni, pegiat budaya, dan pelajar agar ikut ambil bagian dalam pelestarian warisan daerah melalui aktivitas kreatif yang positif.

Baca Juga  BNPT Gelar Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional, Wujudkan Penguatan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *