Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Terima Sertifikat Eliminasi Malaria di Forum Internasional APLMA

×

Tanah Bumbu Terima Sertifikat Eliminasi Malaria di Forum Internasional APLMA

Sebarkan artikel ini
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan RI dalam forum APLMA ke-9 di Bali, Selasa (17/6/2025).
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan RI dalam forum APLMA ke-9 di Bali, Selasa (17/6/2025).

BATULICIN, bacakabar – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menerima langsung sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan RI dalam ajang Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination (APLMA) ke-9 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (17/6/2025).

Bupati menyampaikan apresiasi atas pengakuan tersebut dan menganggap capaian ini sebagai hasil sinergi semua elemen, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan bebas sarang nyamuk.

“Kami terus menjaga status eliminasi malaria dengan edukasi, pengawasan, dan intervensi cepat di lapangan. Sertifikat ini memacu kami untuk tetap siaga dan konsisten mencegah penyebaran penyakit,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Tanah Bumbu mengendalikan malaria membuktikan komitmen daerah dalam memenuhi target nasional eliminasi penyakit menular.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden ke-6 RI sekaligus Special Advisor APLMA, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan bahwa kawasan Asia Pasifik masih mencatat 4,8 juta kasus malaria. Delapan negara menyumbang 99,5 persen kasus tersebut, termasuk Indonesia.

“Kita kekurangan pendanaan sebesar 4,3 miliar dolar. Di Asia Pasifik saja, kita masih butuh tambahan 478,1 juta dolar agar eliminasi tetap berada di jalurnya,” tegas SBY.

SBY mencatat bahwa Indonesia menyumbang sekitar 12 persen dari total kasus malaria di Asia Pasifik. Ia juga menyebut bahwa tantangan terbesar terletak pada koordinasi lintas negara dan rendahnya partisipasi masyarakat.

Namun, SBY tetap optimis. “Saya percaya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Indonesia akan menyelesaikan misi eliminasi malaria pada 2030,” ucapnya penuh keyakinan.

APLMA ke-9 menghadirkan para pemimpin negara, pejabat tinggi, dan mitra pembangunan dari berbagai negara di Asia Pasifik. Forum ini fokus membahas strategi eliminasi malaria yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca Juga  Hasanuddin Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran di Simpang Empat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *