Kotabaru, bacakabar – Seorang pria asal luar daerah yang mengaku sebagai wartawan diduga memeras Kepala Desa Tanjung Kunyit, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru. Aksi itu dilakukan dengan memanfaatkan isu dugaan penyimpangan proyek desa dan rekaman percakapan pribadi milik kepala desa.
Kejadian bermula saat pria tersebut datang bersama dua rekannya, berinisial I dan MR, lalu menemui Kepala Desa di rumah orang tuanya di Desa Teluk Tamiang. Mereka menuding ada penyimpangan dalam pembangunan jalan paving, siring, dan lapangan voli yang dikerjakan secara swakelola oleh warga Desa Tanjung Kunyit.
“Semua proyek itu dikerjakan langsung oleh masyarakat desa, tidak melalui pihak ketiga,” tegas Kepala Desa saat ditemui awak media, Sabtu (14/6/2025).
Setelah menyampaikan tudingan, pria itu memutar rekaman percakapan pribadi sang kepala desa dengan seorang perempuan tak dikenal. Rekaman tersebut diduga digunakan sebagai alat tekan agar sang kepala desa menyerahkan sejumlah uang.
“Saya kaget saat dia tunjukkan rekaman itu. Saya merasa diancam karena ini menyangkut nama baik saya dan keluarga,” kata Kepala Desa.
Merasa tertekan, ia akhirnya memberikan uang. Namun pria itu kembali meminta uang tambahan dengan dalih untuk biaya pulang. Saat itulah Kepala Desa menyadari adanya upaya pemerasan dan berencana melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum.
Perangkat desa mengecam keras tindakan tersebut dan meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengaku wartawan.
“Wartawan sejati tidak menggunakan cara intimidatif atau memeras. Kami dukung kepala desa untuk menempuh jalur hukum,” ujar salah satu perangkat desa.
Kalangan jurnalis di Kotabaru juga angkat suara. Mereka menilai tindakan tersebut mencoreng profesi wartawan dan menuntut penegakan kode etik jurnalistik yang tegas.












