Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Samarinda

BPJN Kaltim Tangani Longsor Jalan di Kutai Kartanegara

×

BPJN Kaltim Tangani Longsor Jalan di Kutai Kartanegara

Sebarkan artikel ini
Petugas BPJN Kaltim saat melakukan penanganan darurat terhadap akses jalan yang terdampak longsor di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara
Petugas BPJN Kaltim saat melakukan penanganan darurat terhadap akses jalan yang terdampak longsor di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara

Samarinda, Bacakabar – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur menangani kerusakan jalan akibat longsor di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Petugas langsung melakukan relokasi jalur sepanjang 3,5 meter ke sisi kiri arah Balikpapan menuju Samarinda.

Kepala BPJN Kaltim, Hendro Satrio, menyatakan timnya sedang menyelesaikan pembersihan lahan. “Kami menggeser jalur utama sekitar 3,5 meter ke kiri, dan saat ini kami membersihkan lahan yang akan menjadi jalur baru,” kata Hendro, Kamis (22/5/2025).

Tim BPJN juga menemui kendala karena tiang listrik PLN masih berdiri di area relokasi. BPJN menghubungi pihak PLN untuk memindahkan tiang tersebut. Sambil menunggu pemindahan, tim memasang cerucuk sebagai penahan jalan baru. Setelah itu, petugas akan menaburkan agregat, memadatkan, lalu mengaspal jalur tersebut.

“Kami menargetkan jalur darurat ini bisa dilalui dalam waktu dekat,” ucap Hendro.

BPJN Kaltim juga menunggu surat pernyataan bencana dari Bupati Kutai Kartanegara. Surat ini menjadi syarat agar BPJN bisa mengajukan Dana Penanganan Mendesak dan Tanggap Darurat (PMTD). Hendro menyebut PMTD akan digunakan untuk memperkuat struktur jalan dengan metode bore pile agar tidak kembali longsor.

Tim BPJN juga sedang menguji kondisi tanah guna mengetahui kedalaman lapisan keras. Setelah memperoleh data tanah, tim akan menambahkan lapisan agregat, memadatkan, lalu mengaspal jalan. “Kami hanya membangun jalur darurat sepanjang 80 meter agar tidak merusak bangunan di sekitarnya,” jelas Hendro.

Menurut perhitungan teknis, pembangunan jalur darurat memerlukan biaya sekitar Rp2 miliar. Sementara pembangunan jalan permanen diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp9 miliar. “Kami sudah mengajukan rencana pembangunan jalan permanen dengan sistem penguatan maksimal,” tutur Hendro

Baca Juga  Perkuat Pemahaman Organisasi, KMHDI Samarinda Gelar Pelatihan Kader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *