Barito Kuala Bacakabar – Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo, menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang digagas oleh Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Barito Kuala.
Rapat pembentukan koperasi digelar di Rumah Makan Pawon Tlogo, Handil Bakti, Senin (12/5/2025). Herman hadir bersama sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Mochammad Aziz, perwakilan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), Forkopimda, serta Ketua DPC APDESI Barito Kuala, H. Meri Apriansyah.
“Pemerintah daerah siap memfasilitasi pendirian koperasi ini di seluruh desa. Koperasi harus menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Ini bukan hanya gagasan, tapi langkah konkret untuk memperkuat ekonomi desa,” ujar Herman.
Langkah Herman Susilo mendapat respons positif dari para kepala desa. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas desa untuk menciptakan sistem ekonomi yang kuat dan mandiri.
Inisiatif ini lahir dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa. Ketua DPC APDESI Barito Kuala, H. Meri Apriansyah, menilai koperasi menjadi ruang kolaboratif dan solusi strategis dalam memaksimalkan potensi desa.

“Kita ingin koperasi menjadi penggerak ekonomi lokal dan wadah sinergi antar-pemerintah desa,” kata Meri.
Ketua DPD APDESI Kalimantan Selatan, Ahmad Rijali Nasution, turut hadir dalam rapat yang juga menghadirkan pemaparan teknis oleh Kabid Koperasi Batola, Noni, serta Kepala Dinas PMD, Mochammad Aziz.
Dinas Koperindag Barito Kuala memastikan pendampingan pembentukan koperasi akan segera dilakukan. Kepala Dinas Koperindag, Wahyu, mengatakan pihaknya akan memulai sosialisasi ke desa-desa pada pekan depan.
“Koperasi Merah Putih kami targetkan menjadi tulang punggung ekonomi desa yang sejalan dengan BUMDes dan program nasional,” kata Wahyu.
Dukungan penuh dari Herman Susilo menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah daerah mendorong ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berbasis kekuatan komunitas desa.












