Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarmasin

Penobatan Sultan Banjar Jadi Tonggak Pelestarian Budaya

×

Penobatan Sultan Banjar Jadi Tonggak Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Pangeran Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari dalam prosesi penobatan sebagai Sultan Banjar Kalimantan di Kraton Majapahit, Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Pangeran Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari dalam prosesi penobatan sebagai Sultan Banjar Kalimantan di Kraton Majapahit, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

BANJARMASIN, Bacakabar – Penobatan Pangeran Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari sebagai Sultan Banjar Kalimantan berlangsung khidmat di Kraton Majapahit, Selasa (6/5/2025). Prosesi budaya tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dan disaksikan tokoh adat, budayawan, serta perwakilan pemerintah dari berbagai daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut penobatan ini sebagai momen bersejarah bagi pelestarian budaya Banjar. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Asisten Administrasi Umum Setda Kalsel, H. Ahmad Bagiawan, menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya prosesi tersebut.

“Penobatan ini adalah tonggak sejarah penting dalam pelestarian budaya Banjar. Kami sangat menghargai upaya menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Bagiawan saat membacakan sambutan.

Penobatan Sultan Banjar Kalimantan tidak hanya memiliki makna simbolis, tetapi juga mencerminkan komitmen nyata dalam merawat warisan budaya. Gelar tersebut diharapkan memperkuat identitas masyarakat Banjar dan mempererat hubungan antarkeluarga besar Banjar di seluruh Indonesia.

Pangeran Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari dikenal luas sebagai tokoh pelestari budaya Banjar. Ia aktif mempromosikan kearifan lokal baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan menyandang gelar Sultan Banjar Kalimantan, ia diharapkan menjadi sosok pengayom yang mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan perkembangan zaman.

Prosesi adat dan pertunjukan budaya khas Banjar mengiringi penobatan ini, menampilkan kekayaan tradisi masyarakat Kalimantan Selatan yang tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Baca Juga  Ketua DPRD Balangan: Harjad ke-22 Jadi Momentum Membangun Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *