Jakarta – Himpunan Pengusaha Putra Indonesia (HIPPI) menggelar Rapat Kerja Terbatas untuk merevitalisasi peran organisasi dalam perekonomian nasional. Organisasi yang berdiri sejak 2011 ini sempat kurang aktif beberapa tahun terakhir. Melalui pertemuan ini, HIPPI bertekad menyusun strategi baru agar lebih berkontribusi dalam memperkuat ekonomi bangsa.
Sejumlah tokoh nasional hadir, antara lain; Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edy Pudjiatno (Mantan Kepala Staf TNI AL & Menkopolhukam 2014–2015). Yockie M. Hutagalung (Pengusaha Nasional). DR (HC) Heppy Trenggono, M.Kom (Pengusaha & Pemimpin Gerakan Beli Indonesia). Nur Kholis (Ketua Komnas HAM 2015–2016) dan Witjaksono (Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama).
Kehadiran tokoh lintas sektor ini menunjukkan komitmen HIPPI merangkul berbagai perspektif dalam merumuskan strategi baru.
Dorongan untuk Lebih Proaktif
Dalam diskusi, Tedjo Edy Pujianto menekankan pentingnya HIPPI bergerak lebih agresif. “HIPPI harus lebih proaktif menghadapi tantangan ekonomi,” tegasnya di Balimuda Center, Mampang, Jakarta Selatan (25/03/2025).
Yockie M. Hutagalung menyoroti perlunya komunikasi kuat dengan pemerintah. “Kita harus bangun komunikasi baik dengan Presiden, jangan hanya jadi penonton,” ujarnya.
Nur Kholis menambahkan, “HIPPI perlu diisi tokoh-tokoh berpengaruh yang berdedikasi untuk ekonomi bangsa.”
Sementara Heppy Trenggono mendorong HIPPI menjadi katalis lahirnya pengusaha tangguh. “HIPPI harus jadi motor penggerak wirausaha kuat di Indonesia,” tegasnya.
Rapat juga menetapkan struktur kepengurusan baru; Ketua Dewan Penasihat: Laks. Tedjo Edy Pudjiatno. Ketua Dewan Pembina: DR (HC) Heppy Trenggono, M.Kom
Ketua Umum: Yockie M. Hutagalung. Sekretaris Jenderal: Nur Kholis
Heppy Trenggono berharap kepengurusan baru ini membawa semangat segar. “Semoga HIPPI bisa berkontribusi maksimal bagi perekonomian Indonesia,” pungkasnya.












