Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
PeristiwaTanah Laut

Ratusan Ikan Keramba Mati, DPRKPLH Tala Uji Sampel Air Sungai

×

Ratusan Ikan Keramba Mati, DPRKPLH Tala Uji Sampel Air Sungai

Sebarkan artikel ini
Ket Foto : Petugas DPRKPLH saat mengambil sampel air sungai Jorong untuk memastikan penyebab kematian ikan-ikan keramba warga di Desa Jorong yang mati.

Tanah Laut – Ratusan ikan siap panen di keramba milik warga Desa Jorong, Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mati mendadak.

Untuk memastikan penyebab kematian ikan, petugas dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Tanah Laut melakukan pengecekan dengan mengambil sampel air sungai dilokasi keramba milik warga, pada Jumat (25/10/2024).

Kepala Desa Jorong, Helmi, kepada awak media ini menuturkan, ikan keramba milik warga yang mati berjenis ikan Nila. Namun demikian, ungkapnya, tak hanya ikan dalam keramba, tapi juga jenis ikan alami lainnya yang hidup disekitar sungai juga ada yang mati.

Ia juga mengungkapkan, keanehan yang nampak secara kasat mata adalah warna air sungai yang biasa keruh, dalam beberapa hari terakhir menjadi sangat jernih.

“Kami selaku aparat desa telah ke lokasi, biasanya air sungai ini keruh, namun dua hari ini menjadi jernih. Untuk pengecekan lebih lanjut kami meminta ke Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan uji sampel,” kata Helmi.

Akibat kejadian itu, ia menaksir kerugian yang dialami warga berkisar hingga puluhan juta rupiah.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Penataan dan Kapasitas Lingkungan pada DPRPKLH Tanah Laut, Adi Rahmani, saat diwawancarai awak media menjelaskan, untuk uji keasaman air (PH) berada di angka 8,3 dimana rentang tersebut masih dalam derajat normal.

Kemudian, kandungan kadar oksigen didapatkan angka konsentrasi 8,0 juga masih dalam rentang yang cukup aman untuk mendukung kehidupan ikan. Demikian juga untuk suhu air dan suhu udara dilingkungan sekitar dalam keadaan baik.

Lebih lanjut ia menjelaskan, memang ada perbedaan waktu selama satu hari antara kejadian dengan pengambilan sampel dilokasi sungai yang merupakan aliran terbuka.

Baca Juga  Sigap Tangani Kebakaran Lianganggang, Pemkab Tanah Laut Salurkan Bantuan untuk Korban

“Secara parameter sampel yang diambil dilokasi semua dalam kondisi baik, namun demikian, nanti akan ada parameter lain yang pengujiannya dilakukan di laboratorium,” ungkapnya.

Ia menambahkan, parameter lain yang dimaksud adalah uji laboratorium yang akan mengidentifikasi, apakah mengandung logam berat yang menjadi penyebab kematian ikan-ikan tersebut.

Penulis : Anto
Editor : Rahmad Ari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *