BANJARBARU — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan memasuki tahap penegakan hukum. Polda Kalsel mencatat 23 laporan polisi terkait karhutla, dengan 11 laporan melibatkan perorangan dan 12 lainnya korporasi.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan sebagian besar perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan. Salah satunya laporan yang disampaikan WALHI Kalsel.
Data tersebut disampaikan Rosyanto dalam pertemuan dengan lurah, kepala desa, dan jajaran Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) di Auditorium Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan itu membahas penanganan karhutla dari tingkat desa, termasuk pencegahan dan mitigasi di wilayah yang rawan terbakar.
“Kami ingin mengoptimalkan peran para lurah dan kepala desa untuk mengajak masyarakat bersama-sama melakukan upaya pencegahan, mitigasi, hingga penanganan karhutla,” ujar Rosyanto.
Selain penanganan di lapangan, Polda Kalsel masih menjalankan Operasi Aman Nusa hingga akhir Oktober. Sekitar 800 personel jajaran Polda Kalsel dilibatkan dalam operasi tersebut.
Di sisi lain, Pemprov Kalsel membahas persoalan lahan terlantar yang dinilai berkaitan dengan kerawanan karhutla. Gubernur Kalsel H. Muhidin mengatakan pemerintah daerah akan mempercepat pelaporan lahan terlantar dari daerah ke pemerintah pusat.
“Sesuai regulasi dan undang-undang, lahan terlantar yang tidak dikerjakan selama lima tahun seharusnya dikuasai atau diambil alih oleh negara. Namun selama ini banyak lahan milik perusahaan atau perseorangan yang dibiarkan terlantar begitu saja. Ketika terjadi kebakaran, pemilik tidak ikut memadamkan dan beban penanganan justru dialihkan kepada Satgas, TNI, Polri, serta relawan,” tegas Muhidin.
Pemprov Kalsel juga menyiapkan penambahan embung dan kanal air di sejumlah titik rawan. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran di lahan gambut.
Polda Kalsel bersama Pemprov Kalsel turut menyiapkan peralatan mixer dan bahan baku cairan surfaktan untuk didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Kalsel.












