Bacakabar.id – PELAIHARI, Diduga lemahnya sinyal internet disebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut menjadi kendala pembelian pertalite melalui MyPertamina.
Akhirnya warga terpaksa mengisi BBM non Subsidi, meski harganya tergolong lebih mahal.
Seperti yang telah diungkapkan Muhammad Nor, warga sekitar yang sangat menyayangkan hal ini terjadi, menurutnya. Seharusnya pemerintah melalui Pertamina mengkaji ulang kebijakan ini.
“Efektif tidaknya kasian para penguna BBM harus berjam-jam mengunggu alat tak berfungsi. Akhirnya warga beralih ke BBM non Subsidi,” katanya kepada awak media ini Jum’at, (2/9/2022).
Hal senada juga di utarakan Darmin (38) atau sering disapa Julak mengaku sudah dua hari terakhir ini tidak dapat membeli bahan bakar jenis pertalite karena terjadi antrean sangat panjang.
“Kadang antri panjang dan juga susahnya mendownload aplikasi MY Pertamina. Maklum kalau seusia kita agak gaptek (Gagap Teknologi-red),” ujar Julak Darmin.
Dia pun sangat berharap kepada pemerintah untuk menyederhanakan tata cara pembelian BBM tersebut. Pungkasnya (Anto)












