BANJARMASIN — Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Selatan setelah operasi modifikasi cuaca (OMC) memasuki pekan keempat. Kondisi tersebut ikut menekan luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harian di wilayah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan hujan turun di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
“Dalam beberapa hari terakhir hujan turun di sejumlah wilayah dampak dari operasi OMC. Ini memasuki pekan keempat dan memang ada awan hujan di langit Kalsel sehingga hujan bisa turun,” kata Ronny, Selasa.
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalsel mencatat luas karhutla harian pada Senin (26/10) turun menjadi 40 hektare.
Ronny mengatakan selain OMC, pemadaman melalui jalur darat dan udara tetap dilakukan Satgas Karhutla.
“Selain OMC, upaya pemadaman darat dan udara oleh Satgas Karhutla terus kita lakukan,” ujarnya.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Penerbang Hilman LP Ambarita mengatakan OMC merupakan bagian dari penugasan Presiden dan Panglima TNI yang dikoordinasikan bersama BNPB dan BMKG.
Menurut Hilman, OMC telah membantu mendatangkan hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Berdasarkan laporan hujan turun di bagian utara Kalsel dan wilayah Kalteng. Memang awan hujan meningkat di wilayah tersebut. Ada tiga pesawat Casa dan Hercules yang membantu kegiatan OMC ini,” katanya.
Selain OMC, Lanud Sjamsudin Noor berencana melakukan penaburan dry ice dan natrium klorida (NaCl) untuk membantu penanganan karhutla dan kabut asap di Kalimantan Selatan serta Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Di sisi lain, akumulasi luas lahan yang terbakar di Kalsel hingga akhir Oktober 2026 telah mencapai lebih dari 28 ribu hektare berdasarkan data BPBD Kalsel.
Sementara itu, kaji cepat BNPB per 18 Oktober 2026 mencatat luas hutan dan lahan terbakar mencapai 14.080,30 hektare. Angka tersebut merupakan data pada periode yang berbeda dengan catatan BPBD hingga akhir Oktober.












