Malang

Tren Perhiasan Emas Berubah, Wahyu Redjo Perluas Jaringan ke Jawa Tengah

×

Tren Perhiasan Emas Berubah, Wahyu Redjo Perluas Jaringan ke Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini

MALANG — Tren pembelian perhiasan emas mengalami perubahan seiring kenaikan harga emas dan beragamnya pilihan konsumen. Toko Mas Wahyu Redjo menyebut perubahan tersebut turut memengaruhi jenis koleksi dan kadar emas yang diminati pasar.

Chief Operating Officer Toko Mas Wahyu Redjo, Diana Kusuma Atmaja, mengatakan konsumen kini memiliki pilihan yang lebih beragam. Jika sebelumnya logam mulia lebih banyak diminati, perhiasan emas kini juga menjadi pilihan masyarakat.

Perubahan juga terlihat pada pilihan kadar emas yang disesuaikan dengan model, kebutuhan, dan anggaran konsumen.

“Perubahan konsumen ini harus bisa ditangkap oleh kami sebagai toko maupun oleh pabrikan. Inovasi tidak hanya dilakukan Toko Mas Wahyu Redjo, tetapi juga masing-masing pabrik,” ujar Diana saat penutupan Pesta Kilau Emas di Malang Olympic Garden (MOG), Minggu (11/10/2026).

Untuk mengikuti perubahan pasar, Toko Mas Wahyu Redjo bekerja sama dengan empat produsen perhiasan, yakni Ayu Gold, BG Gold, HWT Gold, dan YT Gold.

Kolaborasi tersebut dihadirkan dalam roadshow Pesta Kilau Emas 2026 yang digelar di empat lokasi, yakni Royal Plaza Surabaya, PTC Surabaya, Transmart Mall Mojokerto, dan MOG Malang.

Pameran di MOG pada 7–11 Oktober 2026 mencatat penjualan tertinggi dibandingkan tiga lokasi sebelumnya.

Selain pengembangan koleksi, Toko Mas Wahyu Redjo juga memperluas jaringan gerai. Setelah berkembang di Jawa Timur, perusahaan mulai membuka cabang di Jawa Tengah, termasuk Solo dan Jogja.

Saat ini, jaringan Toko Mas Wahyu Redjo telah mencapai lebih dari 115 cabang. Perusahaan juga masih membuka peluang penambahan gerai di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Gondanglegi dan Tuban.

“Di Jawa Timur sendiri masih banyak kota yang belum ada Toko Mas Wahyu Redjo. Kami terus menambah cabang dan tidak menutup kemungkinan memperluas jaringan di Jawa Tengah,” kata Diana.

Baca Juga  Wartawan Malang Raya Gelar Aksi Damai, Protes Istilah "Londo Ireng"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *