LOMBOK TENGAH — Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL) mengembangkan program Mina Tenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Program tersebut dijalankan melalui Galeri Mina Tenun dengan melibatkan perempuan penenun. Selain produksi dan pemasaran tenun, program ini mencakup pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung akses air bersih bagi masyarakat.
Sebelum program berjalan, sebagian penenun di Desa Sukarara menghadapi keterbatasan modal dan bergantung pada pengepul untuk menjual hasil tenun. Upah yang diterima sebagian penenun disebut sekitar Rp25.000 per lembar kain.
Melalui Galeri Mina Tenun, penenun mendapatkan akses bahan baku, motif, serta alat tenun gedogan. Galeri juga membantu pemasaran dan pembayaran setelah kain selesai diproduksi tanpa menunggu produk terjual kepada konsumen.
Dengan skema tersebut, penghasilan penenun disebut dapat mencapai minimal sekitar Rp750.000 per lembar setelah memperhitungkan modal kain.
VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati mengatakan program tersebut dikembangkan dengan melihat kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
“Melalui Galeri Mina Tenun, kami berupaya membuka akses ekonomi yang lebih baik bagi perempuan penenun, sekaligus mengembangkan potensi lokal melalui inovasi yang mengintegrasikan budaya dan energi terbarukan,” ujar Dian, Jumat (9/10/2026).
Program Mina Tenun juga mencakup penyediaan akses air bersih. Kondisi kekeringan di sejumlah wilayah NTB membuat sebagian rumah tangga di Desa Sukarara harus mencari sumber air alternatif atau membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
Pertamina Patra Niaga AFT BIL kemudian mengembangkan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dimodifikasi. Gerakan mekanis saat proses menenun dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik yang digunakan dalam pengoperasian pompa air dan sistem filtrasi.
Sistem tersebut juga didukung pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga.
“Bagi kami, inovasi sosial bukan hanya tentang menghadirkan teknologi baru, tetapi memastikan inovasi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui Mina Tenun, aktivitas menenun yang menjadi bagian dari budaya lokal dikembangkan untuk mendukung penghidupan perempuan sekaligus menghadirkan solusi bagi kebutuhan air bersih,” kata Dian.












