BARITO KUALA – Siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI menemui Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi untuk mengumpulkan data dan informasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (3/9/2026).
Audiensi berlangsung di Rumah Dinas Bupati Barito Kuala, Jalan Pangeran Antasari, Marabahan. Tim Siswa Sesko TNI dipimpin Kolonel Inf Asep sebagai pembina dan Kolonel Mar Bondan W sebagai ketua tim.
Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi menerima rombongan bersama Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, Kepala BPBD Barito Kuala Mirwan Efendi Siregar, serta perwakilan BPN Barito Kuala.
Ketua Tim Siswa Sesko TNI Kolonel Mar Bondan mengatakan, Perwira Siswa Dikreg LVI Sesko TNI datang ke Kalimantan Selatan untuk melaksanakan penyuluhan sekaligus mengumpulkan data terkait karhutla.
“Kami datang ke Kalimantan Selatan untuk membantu penanganan Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah. Kehadiran kami juga dalam rangka silaturahmi, mengambil data, mengajukan beberapa pertanyaan, serta mencari solusi dan upaya-upaya pencegahan karhutla,” ujar Kolonel Mar Bondan.
Sebelum turun ke lapangan, para Perwira Siswa Sesko TNI menerima pengarahan dari Danrem 101/Antasari mengenai situasi kewilayahan dan perkembangan karhutla di Kalimantan Selatan.
Mereka kemudian membagi tim dalam kelompok kecil yang terdiri dari empat hingga lima orang untuk melakukan penyuluhan, peninjauan, dan pengumpulan data di sejumlah daerah.
Selain Barito Kuala, para Pasis Sesko TNI juga menjalankan kegiatan serupa di Tanah Laut, Tapin, Kabupaten Banjar, dan sejumlah daerah lainnya di Kalimantan Selatan.
Di Barito Kuala, tim turun ke sejumlah wilayah yang terdampak karhutla, di antaranya Kecamatan Rantau Badauh, Barambai, dan Jejangkit.
“Kami tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga turun langsung melihat kondisi di lapangan. Data dan masukan yang kami dapatkan nantinya menjadi bahan untuk melihat permasalahan sekaligus upaya yang dapat dilakukan dalam penanganan dan pencegahan Karhutla,” katanya.
Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi mengatakan karhutla di wilayahnya masih memerlukan penanganan intensif. Ia menyebut kabut asap telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Dampak Karhutla tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang dirasakan di berbagai wilayah Kab. Barito Kuala,” ujarnya.
Barito Kuala termasuk salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang menetapkan status siaga darurat karhutla. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga membentuk sejumlah posko terpadu, termasuk Posko Terpadu Sampurna Jejangkit di Kecamatan Jejangkit.
Bahrul Ilmi menyebut petugas menghadapi sejumlah kendala saat memadamkan api, mulai dari akses menuju lokasi kebakaran yang sulit, sumber air yang jauh, luasnya lahan terbakar, hingga kondisi angin.
Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika kabut asap terjadi.
“Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar lahan. Selain itu, gunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan karena kondisi kabut asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan,” pesannya.












