Malang

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Soroti Penggunaan SiLPA

×

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Soroti Penggunaan SiLPA

Sebarkan artikel ini

MALANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang menyoroti penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD 2026.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, saat membacakan pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Selasa (1/9/2026).

Pandangan umum itu merupakan tanggapan Fraksi PDI Perjuangan atas pengajuan Raperda Perubahan APBD 2026 oleh Bupati Malang Sanusi pada rapat paripurna sebelumnya.

Zulham mengatakan pembahasan Perubahan APBD perlu menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan.

“Perubahan APBD harus menjadi momentum untuk mengevaluasi kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Jangan sampai perubahan APBD hanya menjadi ruang pergeseran angka anggaran, sementara persoalan mendasar masyarakat belum terselesaikan,” kata Zulham.

Dalam pembahasan Perubahan APBD 2026, Pemkab Malang menghadapi perubahan kondisi fiskal, salah satunya penurunan alokasi dana transfer dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pemkab Malang kemudian menggunakan SiLPA Tahun Anggaran 2025 sebagai salah satu sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan belanja daerah.

Penggunaan SiLPA tersebut menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan. Zulham meminta Pemkab Malang menjelaskan faktor yang menyebabkan munculnya SiLPA pada tahun anggaran sebelumnya.

“Apakah SiLPA itu muncul karena efisiensi atau karena rendahnya daya serap dan pelaksanaan program? Apakah ada pelayanan masyarakat yang tertunda? Setiap rupiah dalam APBD membawa amanat rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain penggunaan SiLPA, Fraksi PDI Perjuangan turut menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang.

Menurut Zulham, indikator pertumbuhan ekonomi perlu dilihat bersama sejumlah aspek lain, di antaranya daya beli masyarakat, pembukaan lapangan kerja, dan perkembangan usaha mikro.

Baca Juga  Deksa dan Shasi Wakili Jatim di Putra Putri Kebudayaan 2026, Bawa Misi Rabu Ceria dan Culturashi

“Jangan sampai ekonomi tumbuh dalam angka, tetapi belum tumbuh dalam kehidupan rakyat,” katanya.

Penulis: Agung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *