Pendidikan

BNN Ingatkan 4.800 Mahasiswa UPNVJ Bahaya Narkotika dalam Vape

×

BNN Ingatkan 4.800 Mahasiswa UPNVJ Bahaya Narkotika dalam Vape

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengingatkan 4.800 mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) terhadap perkembangan penyalahgunaan narkotika, termasuk penggunaan zat berbahaya dalam cairan rokok elektrik atau vape.

Peringatan itu disampaikan Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto saat memberikan kuliah umum bertema “Generasi Bersih: Bela Negara Tanpa Narkoba” dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPNVJ 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Suyudi mengatakan mahasiswa sebagai generasi muda perlu memahami bahwa ancaman narkotika terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan gaya hidup.

“Dalam konteks narkotika, bela negara bagi generasi muda bukan lagi tentang mengangkat senjata, melainkan kemampuan untuk secara tegas berkata tidak pada narkotika,” ujar Suyudi.

Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai keberadaan New Psychoactive Substances (NPS) yang dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk cairan rokok elektrik.

“BNN telah melakukan pengujian terhadap 341 sampel cairan vape dan menemukan sejumlah sampel yang mengandung zat berbahaya, antara lain synthetic cannabinoid, metamfetamin, dan etomidate,” kata Suyudi.

Menurut data BNN yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut, prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia pada periode 2023–2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta penduduk. Pada kelompok usia 15–24 tahun, angkanya tercatat 2,53 persen.

Suyudi menyebut penyalahgunaan narkotika menjadi salah satu tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia, terutama di tengah bonus demografi Indonesia.

BNN menjalankan penanggulangan narkotika melalui lima pendekatan, yakni pencegahan, pemulihan, pemberdayaan, ketahanan dan kolaborasi.

Di lingkungan pendidikan, langkah tersebut antara lain dilakukan melalui Integrasi Kurikulum Anti-Narkotika (IKAN), penguatan layanan rehabilitasi dan pengembangan program Kampus Bersinar atau Bersih Narkoba.

Suyudi juga mendorong mahasiswa baru UPNVJ mengambil peran dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Baca Juga  Kepala BGP Kalsel dan Pj Bupati Tala Buka Festival Panen Hasil Belajar PGP

“Kami ingin mengajak seluruh mahasiswa dan civitas akademika untuk dapat menjadi agent of change, agent of prevention, social control, dan future leader,” tutur Suyudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *