Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Yogyakarta

UGM Terima 4.480 Mahasiswa, Kedokteran Paling Sengit

×

UGM Terima 4.480 Mahasiswa, Kedokteran Paling Sengit

Sebarkan artikel ini
Papan nama UGM di Yogyakarta.
Papan nama Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Kampus ini baru saja mengumumkan penerimaan 4.480 mahasiswa baru lewat jalur UM CBT 2026.

YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) umumkan hasil seleksi jalur Ujian Masuk UGM Computer Based Test (UM UGM CBT) 2026.

Sebanyak 4.480 calon mahasiswa baru diterima. Mereka terseleksi dari total 44.972 peserta.

Ujian digelar 2–8 Juni 2026. Lokasinya di Yogyakarta dan Jakarta.

Ini jalur penerimaan terakhir dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru UGM tahun akademik 2026/2027.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, bilang proses seleksi dilakukan objektif dan menyeluruh.

“Tingginya minat masyarakat untuk masuk UGM kami syukuri. Ini bentuk kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan kami. Namun, kami tetap jaga keseimbangan antara jumlah mahasiswa dan kapasitas yang ada,” ujarnya.

Ada 93 program studi sarjana dan sarjana terapan yang ditawarkan lewat jalur ini.

Beberapa program studi catat tingkat persaingan sangat tinggi.

Paling sengit: Kedokteran dengan rasio 1 banding 96. Artinya, satu kursus diperebutkan 96 orang.

Disusul Kedokteran Gigi, Teknik Industri, Manajemen, dan Manajemen Kebijakan Publik.

Hampir semua program studi di UGM, kata Wening, mencatat jumlah peminat jauh di atas daya tampung.

Program studi peminat terbanyak: Kedokteran, Kedokteran Gigi, Hukum, Psikologi, dan Manajemen.

“Bidang kesehatan, hukum, dan bisnis masih jadi pilihan utama. Di sisi lain, kami juga lihat makin banyak peserta yang mulai melirik program studi lain sesuai minat mereka,” kata Wening.

UGM berharap peserta yang diterima bisa manfaatkan kesempatan ini.

“Bagi yang belum berhasil lewat jalur ini, perjalanan meraih pendidikan tinggi masih terbuka lewat banyak kesempatan lainnya,” pungkas Wening.

Baca Juga  Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom UGM Ingatkan Dampaknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *