Tanjung, bacakabar – Delapan perwakilan sopir truk mendatangi Polres Tabalong, Sabtu (30/5) pagi. Mereka mengadu soal solar subsidi yang kembali langka. Tiga SPBU disebut tidak lagi melayani pembelian Bio Solar sejak aksi di DPRD Tabalong pada Selasa (26/5).
Para sopir yang tergabung dalam PBSTT menemui petugas SPKT. Mereka menyebut SPBU Maburai, SPBU Hikun, dan SPBU Mantuil berhenti menjual Bio Solar. “Kami sudah tanya ke operator, tapi belum ada penjelasan,” ujar M. Ridwan, salah satu perwakilan sopir.
Kapolres AKBP Wahyu Ismoyo langsung menggelar rapat koordinasi. Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasi Humas, dan Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Tabalong hadir. Usai rapat, mereka bergerak ke SPBU Maburai.
Di sana, Pengawas SPBU Maburai, Misran, menyatakan tidak ada pasokan karena tidak ada pemesanan. “Bio Solar kosong, kami tidak memesan. Owner H. Marlan tidak memesan,” katanya.
Sementara itu, istri pemilik SPBU Maburai, Hj. Noor Farida, memberi keterangan berbeda saat dikonfirmasi terpisah. “Kami masih punya DO. Kata siapa kami tidak order?” ujarnya.
Di SPBU Hikun, Kapolsek Tanjung Ipda Ferry Andika melakukan pengecekan. Hasilnya, SPBU Hikun tidak memesan Bio Solar sejak 27 Mei hingga akhir bulan. Pemilik akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk alokasi Juni.
Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Heri Siswoyo, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti temuan ini. “Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan Pertamina agar distribusi Bio Solar kembali normal,” ujarnya. Polres mengimbau semua pihak menjaga situasi tetap kondusif.












