Paringin, bacakabar – Sebanyak 104 pelajar SMA Negeri 2 Paringin angkatan ke-13 tahun ajaran 2025/2026 mengikuti prosesi pelepasan di halaman sekolah, Rabu (6/5). Acara berlangsung di Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan.
Sebelum prosesi pengukuhan, para siswa menjalani tradisi bapinta ampun dan membasuh kaki orang tua. Ritual ini menjadi simbol bakti, penghormatan, dan permohonan doa restu. Orang tua duduk di kursi yang disediakan. Satu per satu anak membungkuk, mengguyur kaki ayah dan ibu mereka.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balangan, Abiji, hadir mewakili Bupati Abdul Hadi. Kepala SMAN 2 Paringin, Rasidinurahmad, serta para wali murid dan tamu undangan turut menyaksikan.
Abiji menyebut acara ini bukan sekadar seremoni. “Ini tonggak penting setelah lulus. Kalian siap melangkah ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia memaparkan program 1000 sarjana yang digagas Pemkab Balangan. Program ini membiayai penuh mahasiswa hingga selesai kuliah. Hampir 4.000 mahasiswa sudah merasakan manfaatnya. Syaratnya cukup: punya KTP Balangan dan diterima di salah satu dari 48 perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia.
“Jadi kalau ingin kuliah, syaratnya gampang. Silakan masuk ke perguruan tinggi yang sudah bekerja sama,” tambahnya.
Rasidinurahmad menyebut program ini memotivasi siswanya. “94 persen alumni Smandupa yang baru lulus ingin lanjut ke perguruan tinggi,” katanya. Ia berharap para alumni terus menempuh pendidikan demi meningkatkan SDM unggul di Balangan.
Abiji juga berpesan kepada para siswa. “Jangan berhenti belajar. Jadilah generasi cerdas secara akademik, punya integritas, dan peduli terhadap sesama,” pungkasnya.












