Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Olahraga

Liga 2 Memanas: Tiga Tim Saling Sikut, Wasit Asing Diminta Turun Tangan

×

Liga 2 Memanas: Tiga Tim Saling Sikut, Wasit Asing Diminta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
skuad barito putera liga 2 indonesia 2026 perebutan promosi liga 1
Skuad PS Barito Putera berpose sebelum pertandingan Pegadaian Championship Liga 2 Indonesia 2026.

JAKARTA — Pekan terakhir Liga 2 Indonesia berubah menjadi panggung penentuan sekaligus ujian integritas kompetisi. Tiga tim di Grup Timur—PS Barito Putera, Persipura Jayapura, dan PSS Sleman—masih saling sikut memperebutkan tiket promosi ke Liga 1.

Dengan selisih poin yang tipis, satu gol, satu keputusan wasit, bahkan satu kesalahan kecil bisa mengubah nasib tim.

PSS Sleman dan Persipura Jayapura sama-sama mengoleksi 53 poin di puncak klasemen, sementara Barito Putera membayangi dengan 50 poin. Ketiganya akan menjalani laga terakhir secara serentak pada Ahad (3/5/2026).

PSS dijadwalkan menghadapi PSIS Semarang, Persipura bertemu Persiku Kudus, dan Barito menjamu Persipal Palu.

Situasi ini bukan hanya soal persaingan, tetapi juga membuka ruang kekhawatiran. Di tengah sejarah panjang kontroversi sepak bola nasional, isu fair play kembali mencuat.

Sejumlah suporter mulai menyuarakan tuntutan agar pertandingan krusial tersebut dipimpin wasit asing.

“Di pekan terakhir ini, semua masih punya peluang. Akan lebih baik jika dipimpin wasit asing,” ujar Norman, salah satu suporter, Selasa (28/4).

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Laga penentuan dengan tekanan tinggi kerap diwarnai kontroversi, mulai dari keputusan wasit hingga dugaan pengaturan skor.

“Setidaknya bisa meminimalisir kecurangan,” kata Norman.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Amang Kandar. Ia menilai netralitas wasit menjadi kunci agar pertandingan berjalan adil.

“Kami tidak ingin ada keputusan yang janggal. Ini laga penentuan,” ujarnya.

Istilah “main sabun” atau praktik tidak fair kembali disebut di tengah publik—sebuah refleksi dari ketidakpercayaan yang masih membayangi kompetisi domestik.

Pekan terakhir Liga 2 pun tak hanya menjadi ajang perebutan tiket promosi, tetapi juga menjadi tolok ukur apakah kompetisi mampu berjalan bersih di bawah tekanan.

Baca Juga  Barito Putera Geser PSS Sleman dari Puncak Klasemen Grup Timur Liga 2

Di atas lapangan, tiga tim bersaing untuk naik kasta. Di luar lapangan, publik menunggu satu hal yang sama: keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *