Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Tanah Bumbu

Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu dan Mappanre Ritasi’e Digelar April 2026, Ini Rangkaian Acaranya

×

Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu dan Mappanre Ritasi’e Digelar April 2026, Ini Rangkaian Acaranya

Sebarkan artikel ini
Tampak udara Kantor Bupati Tanah Bumbu di Batulicin dengan halaman upacara dan gedung berkubah biru
Tampak udara kompleks Kantor Bupati Tanah Bumbu di Batulicin, yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan sekaligus lokasi upacara Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu 2026. (Foto: Istimewa)

BATULICIN — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyiapkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-23 yang akan digelar sepanjang April 2026.

Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Yulian Herawati, mengatakan peringatan tahun ini dikemas lebih beragam dibanding tahun sebelumnya. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan lintas sektor.

Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari Expo Tanah Bumbu, bazar UMKM, pasar murah, hingga kegiatan edukatif seperti seminar dan lomba. Expo dan bazar UMKM dijadwalkan berlangsung pada 2–9 April 2026 di Lapangan Batfest (eks Kodeco), Kecamatan Simpang Empat. Sementara upacara resmi peringatan Hari Jadi digelar di Halaman Kantor Bupati Gunung Tinggi, Batulicin.

Kemeriahan berlanjut dengan tradisi Pesta Laut Mappanre Ritasi’e yang akan digelar di Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, pada 12–26 April 2026. Tradisi masyarakat nelayan Bugis Pagatan ini tahun ini dikelola oleh Dewan Adat Ade Ogi Tanah Bumbu.

Pembukaan acara pada 12 April akan diawali dengan karnaval budaya yang melibatkan berbagai etnis di Tanah Bumbu dengan mengenakan pakaian adat. Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan rangkaian tradisi seperti kanrejawa pute (kue putih) dan prosesi manyorong atau melarung.

Menurut Yulian, pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan Mappanre Ritasi’e sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata.

“Pemerintah daerah ingin melestarikan budaya agar tidak punah, sekaligus menarik wisatawan untuk datang ke Tanah Bumbu,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu dan Mappanre Ritasi’e merupakan dua agenda berbeda namun saling melengkapi, dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama satu bulan di dua lokasi, yakni Simpang Empat dan Pagatan.

Baca Juga  Fraksi PAN Tanah Bumbu Dorong OSS Keliling untuk Permudah UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *