Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
EkonomiUMKM

Pertamina Buka Program PFpreneur 2026, Pembinaan UMKM Perempuan Dibuka hingga 29 Maret

×

Pertamina Buka Program PFpreneur 2026, Pembinaan UMKM Perempuan Dibuka hingga 29 Maret

Sebarkan artikel ini
Peserta UMKM perempuan memproduksi kue dan makanan olahan saat mengikuti program PFpreneur 2026 dari Pertamina Foundation.
Pelaku UMKM perempuan mengikuti proses produksi makanan olahan dalam program pembinaan PFpreneur Pertamina Foundation.

Jakarta — Pertamina melalui Pertamina Foundation kembali membuka Program PFpreneur 2026, program pembinaan khusus bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perempuan di Indonesia. Pendaftaran dibuka mulai 2 Maret hingga 29 Maret 2026.

Program ini ditujukan bagi perempuan Warga Negara Indonesia berusia minimal 18 tahun yang memiliki usaha aktif sekurangnya enam bulan di sektor fesyen, kerajinan, kuliner, dan agribisnis. Peserta diwajibkan mendaftar secara berkelompok yang terdiri dari tiga hingga lima orang serta mengikuti seluruh tahapan seleksi dan pembinaan.

Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, mengatakan PFpreneur menjadi bagian dari ekosistem pembinaan UMKM Pertamina sebelum peserta melanjutkan ke program lanjutan seperti UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator.

“Melalui PFpreneur, peserta mendapatkan penguatan fondasi usaha, mulai dari pola pikir kewirausahaan, model bisnis, penguatan merek, hingga keterampilan digital untuk pengelolaan keuangan dan pemasaran,” ujar Rudi, Senin (2/3/2026).

Sejak diluncurkan pada 2020, PFpreneur telah melatih 6.325 wirausaha perempuan, dengan 840 di antaranya menjadi binaan aktif. Pada program lanjutan tahun 2025, tujuh alumni PFpreneur berhasil menjadi champion UMK Academy dan enam lainnya masuk jajaran Top 10 Pertapreneur Aggregator.

Salah satu kisah sukses datang dari Papua melalui usaha Sasagu yang mengolah sagu menjadi produk modern bebas gluten. Dipimpin Herlina, usaha tersebut berkembang melalui pembinaan PFpreneur hingga mampu menembus pasar ekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang.

President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyebut PFpreneur dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing UMKM perempuan melalui pelatihan terintegrasi serta inkubasi bisnis berkelanjutan.

“Womenpreneur memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Program ini diharapkan mampu mencetak pelaku usaha perempuan yang tangguh dan adaptif terhadap transformasi digital,” ujarnya.

Baca Juga  Enam Desa Kotabaru Masuk Survei Kedua Kampung Nelayan Merah Putih

Program PFpreneur disebut sejalan dengan agenda penguatan kewirausahaan nasional, khususnya dalam mendorong penciptaan lapangan kerja dan pengembangan industri kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *