Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kotabaru

Harga Tiket Pesawat Rp1,4 Juta Disorot, DPRD Kotabaru Pastikan Transportasi Udara Jelang Lebaran Tetap Lancar

×

Harga Tiket Pesawat Rp1,4 Juta Disorot, DPRD Kotabaru Pastikan Transportasi Udara Jelang Lebaran Tetap Lancar

Sebarkan artikel ini
Rapat Komisi II DPRD Kotabaru bersama instansi terkait dan maskapai penerbangan membahas harga tiket pesawat serta kesiapan transportasi udara jelang Lebaran di Kotabaru.
Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru bersama perwakilan pemerintah daerah dan pihak maskapai melakukan rapat koordinasi membahas tingginya harga tiket pesawat rute Kotabaru–Banjarmasin menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Kotabaru – Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru menggelar rapat kerja bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk memastikan layanan transportasi udara tetap berjalan lancar menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Rapat yang berlangsung di Ruang Komisi II DPRD Kotabaru, Senin (2/3/2026), dipimpin Wakil Ketua Komisi II H. M. Suhartono dan dihadiri Ketua Komisi II Abu Suwandi, anggota dewan, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, pengelola Bandara Gusti Syamsir Alam, serta perwakilan maskapai Wings Air.

Pembahasan utama menyoroti tingginya harga tiket rute Kotabaru–Banjarmasin yang berkisar Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta. DPRD menilai tarif tersebut cukup memberatkan masyarakat dan berpotensi menurunkan jumlah penumpang.

Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Abu Suwandi mengatakan penurunan jumlah penumpang dapat berdampak pada keberlangsungan layanan penerbangan di daerah.

“Jika jumlah penumpang terus menurun, dikhawatirkan frekuensi penerbangan berkurang bahkan terhenti. Padahal bandara memiliki peran penting bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain harga tiket, DPRD juga menyoroti pembatalan penerbangan yang dinilai kerap terjadi secara mendadak. Dewan meminta maskapai memberikan informasi lebih awal agar calon penumpang dapat menyiapkan alternatif perjalanan, terutama menjelang musim mudik.

Perwakilan Wings Air Muhammad Fitryan menjelaskan kebijakan tarif dan operasional ditentukan oleh manajemen pusat. Pihaknya di daerah hanya melaporkan perkembangan jumlah penumpang. Ia menyebut beberapa penerbangan pada Februari lalu dibatalkan karena jumlah penumpang kurang dari 10 orang, meski tren menjelang Lebaran mulai meningkat.

Sementara itu, pengelola Bandara Gusti Syamsir Alam menyampaikan pengawasan maskapai berada di bawah otoritas bandar udara wilayah Surabaya serta Direktorat Angkutan Udara di Jakarta. Pihak bandara berperan menghimpun dan melaporkan data operasional sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga  Jelang Berbuka Puasa, Polres Kotabaru Bagikan Takjil ke Warga

Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD Kotabaru berencana berkoordinasi langsung dengan manajemen pusat Lion Group, membuka peluang komunikasi dengan maskapai lain guna menciptakan persaingan tarif, serta meminta transparansi informasi terkait pembatalan penerbangan.

Wakil Ketua Komisi II H. M. Suhartono menegaskan kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pembahasan tersebut.

“Kami ingin transportasi jelang Lebaran tetap lancar, harga tiket lebih rasional, dan masyarakat tidak dirugikan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *