SLEMAN — Ratusan warga bersama kelompok Bregada Rakyat menggelar kirab budaya bertajuk “Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakna Katentreman” dengan berjalan kaki dari Terminal Condongcatur menuju Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (27/2/2026) sore.
Peserta kirab mengenakan busana adat Jawa dan Nusantara sebagai simbol ajakan menjaga nilai budaya serta menolak segala bentuk kekerasan di Yogyakarta.
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan rombongan masyarakat adat dan perwakilan Bregada Rakyat disambut langsung oleh Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi bersama sejumlah pejabat utama di halaman Mapolda DIY.
Menurut Ihsan, kegiatan tersebut membawa pesan moral sekaligus dukungan masyarakat terhadap upaya menjaga keamanan dan memulihkan citra Yogyakarta setelah adanya aksi anarkis yang sempat menjadi sorotan publik.

Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menyuarakan pesan damai melalui pendekatan budaya.
“Budaya Yogyakarta menjunjung tinggi tata krama, tepa selira, dan harmoni sosial. Pesan damai ini menunjukkan bahwa DIY menolak kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara santun dan tidak merusak fasilitas umum, sejalan dengan nilai budaya yang dijunjung masyarakat Yogyakarta.
Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat adat menjadi faktor penting untuk menjaga Yogyakarta tetap kondusif serta menghapus dampak negatif akibat aksi anarkis sebelumnya.












