Tanah Laut — Ketegangan terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (23/2/2026). Ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Lahan Masyarakat Kintap bersama Damang Adat Dayak Meratus Borneo menggelar aksi protes disertai ritual adat di depan kantor PT KJW.
Aksi berlangsung sejak pagi dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa menuntut penanganan cepat atas dugaan intimidasi menggunakan senjata tajam yang disebut terjadi pada 18 Februari lalu.
Dalam orasinya, perwakilan warga menyatakan aparat penegak hukum diminta segera mengusut dan menangkap pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Warga menilai peristiwa itu telah menimbulkan keresahan dan berpotensi memicu konflik lebih luas apabila tidak segera ditangani.
Selain persoalan dugaan tindak kriminal, massa juga kembali menyoroti sengketa lahan perkebunan yang mereka klaim seluas sekitar 800 hektar. Warga menilai lahan tersebut belum melalui proses pembebasan yang sah.
Dalam aksi tersebut, warga memberikan tenggat waktu 14 hari kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa. Mereka menyatakan akan mengambil langkah lanjutan apabila tidak ada kejelasan dalam batas waktu yang ditentukan.
Massa juga menyampaikan tuntutan agar fasilitas perusahaan yang berada di area sengketa segera dikosongkan. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan pelaksanaan ritual adat yang dilakukan sebagai simbol penegasan hak masyarakat adat atas wilayah yang dipersengketakan.
Sejumlah personel Polres Tanah Laut dan Polsek Kintap terlihat berjaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi eskalasi massa. Hingga siang hari, situasi terpantau masih kondusif meski ketegangan antara warga dan pihak perusahaan tetap terasa.
Pihak manajemen PT KJW hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga maupun dugaan intimidasi yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Polisi menyatakan masih melakukan pengamanan serta memantau perkembangan situasi di lapangan.












