Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Balangan

Aksi Aipda Edwien Evakuasi Ibu Hamil di Tengah Banjir Balangan

×

Aksi Aipda Edwien Evakuasi Ibu Hamil di Tengah Banjir Balangan

Sebarkan artikel ini
Polisi dan TNI mengevakuasi ibu hamil menggunakan perahu di tengah banjir Balangan pada dini hari.
Aipda Edwien bersama anggota TNI mengevakuasi seorang ibu hamil menggunakan perahu saat banjir melanda Desa Sumber Rejeki, Kabupaten Balangan, Selasa dini hari.

BALANGAN — Telepon yang berdering pada Selasa dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA, menjadi awal sebuah misi darurat bagi Aipda Edwien. Di ujung sambungan, tersampaikan kabar seorang ibu hamil di Desa Sumber Rejeki harus segera dievakuasi ke rumah sakit, sementara seluruh akses darat terputus akibat luapan Sungai Balangan.

Kondisi banjir yang merendam pemukiman membuat evakuasi darat mustahil dilakukan. Tanpa menunggu lama, Kanit Propam Polsek Juai itu berkoordinasi dengan anggota Koramil Juai, Serka Ali Ahmad. Keduanya memutuskan menggunakan perahu kayu kecil untuk menembus gelap dan arus sungai yang kian meninggi.

“Yang terlihat saat itu hanya air dan gelap. Tapi ibu itu harus segera dibawa ke rumah sakit,” ujar Edwien mengenang proses evakuasi.

Dengan bantuan cahaya senter seadanya, Edwien dan Serka Ali mendayung perahu perlahan, menjaga keseimbangan di tengah arus yang di beberapa titik cukup deras. Dinginnya angin malam dan kondisi minim penerangan membuat perjalanan penuh risiko, terlebih mereka membawa seorang ibu hamil yang tengah merasakan kontraksi.

Evakuasi berlangsung dalam keheningan malam, hanya diiringi suara air sungai dan derit perahu kayu. Edwien berulang kali memberi ketenangan kepada sang ibu, memastikan bantuan medis sudah menanti.

Tantangan terbesar terjadi saat proses pemindahan korban, dari rumah ke perahu, lalu dari perahu menuju kendaraan evakuasi di Desa Mungkur Uyam. Permukaan papan perahu yang licin memaksa petugas bergerak ekstra hati-hati.

“Kami tidak boleh salah langkah. Di perahu itu ada dua nyawa,” katanya.

Setelah melalui perjalanan yang menegangkan, ibu hamil tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa menuju RS Balangan untuk mendapatkan penanganan medis.

Bagi Edwien, misi dini hari itu bukan sekadar pelaksanaan tugas. “Ini soal kemanusiaan. Yang paling penting keselamatan warga,” ujarnya singkat.

Baca Juga  Anggota DPRD Balangan Ajak Masyarakat Balangan Jadikan Olahraga Gaya Hidup Sehat

Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Kapolres Balangan AKBP Yuliannor Abdi. Ia menyebut tindakan Edwien dan personel TNI sebagai cerminan kehadiran negara di saat masyarakat berada dalam situasi paling genting.

“Apa yang dilakukan anggota kami bersama rekan TNI adalah wujud pengabdian tanpa batas. Mereka bertaruh keselamatan demi menyelamatkan warga,” kata Yuliannor.

Saat fajar menyingsing, Edwien kembali ke posnya. Banjir belum sepenuhnya surut, tugas masih berlanjut. Namun perjalanan perahu di tengah pekatnya malam itu menjadi salah satu momen yang menegaskan makna pengabdian di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *