YOGYAKARTA — Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan pengamanan terpadu untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kesiapan itu dibahas dalam rapat koordinasi internal Operasi Lilin Progo 2025 yang digelar di Gedung Anton Soedjarwo, Mapolda DIY, Jumat. Rapat dipimpin Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Eddy Djunaedi, serta dihadiri jajaran pejabat utama dan kepala satuan wilayah.
Dalam rapat tersebut, Polda DIY memfokuskan strategi pengamanan pada pengaturan lalu lintas di kawasan perkotaan, jalur wisata, serta mitigasi bencana di wilayah rawan selama musim liburan.
Direktorat Lalu Lintas Polda DIY memaparkan sejumlah rekayasa arus kendaraan di titik-titik strategis. Di pusat Kota Yogyakarta, arus kendaraan diarahkan menuju kantong parkir Kotabaru Kridosono, Parkir Jaman Edan Mangkubumi, dan Ketandan. Kebijakan ini diterapkan seiring terbatasnya operasional Jembatan Kewek selama periode libur.
Personel pengurai kemacetan disiagakan di jalur utama dan kawasan wisata untuk mempercepat penanganan kepadatan arus.
Di Kabupaten Sleman, pengamanan difokuskan pada Jalan Solo yang kerap menjadi jalur padat wisatawan, dengan penempatan personel di kawasan Jombor dan Simpang Tiga Maguwo. Sementara di Bantul, arus menuju Pantai Parangtritis diarahkan melalui jalur utama dan jalur Samas, dengan pengawasan khusus di tanjakan dan titik temu arus kendaraan.
Untuk wilayah Kulon Progo dan Gunungkidul, kepolisian kembali menerapkan sistem satu arah di kawasan pantai guna mencegah kemacetan. Sejumlah kantong parkir dan titik kendali disiapkan hingga kawasan wisata Shuttle Obelix Sea View dan Pantai Glagah.
Pengamanan kawasan pantai selatan juga diperketat menyusul potensi lonjakan wisatawan dan ancaman bahaya alam. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) menurunkan 129 personel yang didukung ATV, UTV, jet ski, rubber boat, serta peralatan SAR.
Selain patroli, petugas memasang spanduk peringatan bahaya arus balik (rip current), ubur-ubur, dan ombak tinggi di titik-titik rawan. Edukasi keselamatan juga dilakukan melalui pembagian pamflet dan patroli dialogis kepada wisatawan.
Mengantisipasi cuaca ekstrem, Polda DIY melakukan pemetaan wilayah rawan bencana seperti banjir genangan, tanah longsor, dan angin kencang. Dari hasil pemetaan tersebut, jalur evakuasi dan rute alternatif disiapkan untuk mengantisipasi terputusnya arus utama.
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono mengimbau masyarakat dan wisatawan agar mematuhi arahan petugas dan menghindari lokasi rawan.
“Untuk keselamatan bersama, masyarakat diminta tidak mendekati area berbahaya dan mengikuti instruksi petugas di lapangan. Rute evakuasi telah kami siapkan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Operasi Lilin Progo 2025, Polda DIY mendirikan 14 Pos Pengamanan, 4 Pos Pelayanan, dan 4 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat pelayanan publik, pemantauan arus lalu lintas, serta respons cepat terhadap gangguan keamanan dan bencana.
Kapolda menegaskan seluruh personel Polda DIY dalam status siaga penuh dan tidak mengajukan cuti selama periode 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
“Kami ingin memastikan Yogyakarta aman, nyaman, dan siap menyambut wisatawan. Rekayasa lalu lintas, pengamanan pantai, dan mitigasi bencana harus berjalan maksimal melalui koordinasi seluruh unsur,” tegasnya.












