Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Balikpapan

Pertamina Patra Niaga Ubah Limbah Jadi Peluang Ekonomi Melalui Kampung Pangan Berseri di Balikpapan

×

Pertamina Patra Niaga Ubah Limbah Jadi Peluang Ekonomi Melalui Kampung Pangan Berseri di Balikpapan

Sebarkan artikel ini
Warga dan perwakilan Pertamina memanen sayuran di Kampung Pangan Berseri Balikpapan.
Warga Kelurahan Muara Rapak bersama perwakilan Pertamina Patra Niaga memanen sayuran hasil program Kampung Pangan Berseri, Balikpapan.

Balikpapan — Warga Kelurahan Muara Rapak kini bisa bernapas lega. Masalah air bersih terbatas, pupuk mahal, dan tumpukan sampah rumah tangga yang dulu menjadi tantangan sehari-hari mulai teratasi berkat inovasi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan.

Lewat program Kampung Pangan Berseri, masyarakat diajak mengubah limbah menjadi nilai ekonomi nyata dengan konsep “Waste to Value”. Limbah yang dulu hanya menjadi masalah kini diolah menjadi sumber manfaat baru, baik untuk lingkungan maupun ekonomi warga.

Salah satu terobosan unggulan adalah Enzymatic Microorganism Oil Catcher (EMO). Teknologi berbasis bakteri Bacillus amyloliquefaciens ini mampu mengurai limbah minyak dan lemak, menurunkan kekeruhan air dari 3,75 NTU menjadi 1,7 NTU, sekaligus mengurangi kadar E. coli. Selain lebih sehat, inovasi ini menghemat biaya perawatan pengolahan limbah hingga Rp16 juta setiap enam bulan.

Tidak hanya limbah cair, sampah organik juga dimanfaatkan menjadi pupuk ECOMIX. Dalam setahun, sekitar 1,2 ton sampah organik berhasil diolah menjadi pupuk untuk hidroponik dan pertanian pekarangan, menghemat biaya pupuk hingga Rp1,38 juta per tahun. Warga juga memanfaatkan air hujan melalui sistem Rainwater Harvesting, yang mampu menekan biaya air hingga Rp340 juta per tahun.

Dampak program ini sangat nyata: emisi gas rumah kaca berkurang 115,97 ton CO₂eq per tahun, penyerapan karbon mencapai 16,35 ton CO₂eq, dan omzet produk pertanian warga meningkat hingga Rp108,8 juta per tahun. Program ini juga membuka kesempatan bagi lansia, ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, dan masyarakat pra sejahtera untuk berpartisipasi melalui kegiatan urban farming dan pengelolaan lingkungan.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menekankan bahwa inovasi ini bukan sekadar tentang lingkungan, tapi juga kesejahteraan masyarakat. “Lewat Kampung Pangan Berseri, kami membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan taraf hidup warga,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).

Baca Juga  Peserta UMK Academy 2025 Digembleng Lewat Pelatihan Tematik

Keberhasilan program ini membawa Penghargaan PROPER Emas 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, penghargaan tertinggi di bidang pengelolaan lingkungan.

Program Kampung Pangan Berseri juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya ketahanan pangan, akses air bersih, pertumbuhan ekonomi inklusif, konsumsi berkelanjutan, dan aksi iklim, sekaligus menjadi contoh nyata transformasi limbah menjadi peluang ekonomi di tingkat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *