Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Yogyakarta

Heppy Trenggono dan PMB Ziarahi Makam Sultan Agung, Dorong Penulisan Sejarah Batang sebagai Warisan Bangsa

×

Heppy Trenggono dan PMB Ziarahi Makam Sultan Agung, Dorong Penulisan Sejarah Batang sebagai Warisan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PMB Dr (HC) Heppy Trenggono bersama Letjen TNI Mar (Purn) Suhartono dan tim penulis sejarah Batang berziarah ke makam Sultan Agung di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
Ketua Umum PMB Dr (HC) Heppy Trenggono bersama Letjen TNI Mar (Purn) Suhartono dan tim penulis sejarah Batang berziarah ke makam Sultan Agung di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Yogyakarta – Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Batang (PMB), Dr (HC) Heppy Trenggono, bersama tim penulis sejarah Batang, Jawa Tengah, melaksanakan ziarah ke makam Sultan Agung di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menggali nilai sejarah dan memperkuat identitas masyarakat Batang dalam konteks pembangunan nasional. Selain berziarah, Heppy yang juga penggagas Gerakan Beli Indonesia itu menggelar sarasehan kebangsaan di Kota Pelajar.

“Memahami sejarah adalah langkah penting dalam membangun karakter bangsa. Jangan pernah berhenti membangun national character building,” ujar Heppy dalam pesan elektronik kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).

Sebagai President of Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Heppy menegaskan bahwa membangun karakter bangsa merupakan basis moral dalam menyusun sejarah dan arah pembangunan nasional.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Letjen TNI Mar (Purn) Suhartono, Pembina PMB, yang turut memberikan motivasi kepada tim penulis sejarah Batang agar terus menggali data dan fakta primer untuk memperkuat penulisan sejarah daerah.

Heppy menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang kontemplasi sejarah hubungan antara Mataram dan Batang, karena diyakini bahwa Kanjeng Putri Batang, permaisuri suri Sultan Agung, berasal dari Batang.

Sementara itu, Suhartono menilai upaya pelestarian sejarah ini penting untuk menyiapkan masyarakat Batang dalam menghadapi perkembangan Kawasan Industri Batang (KITB).

“Masyarakat Batang harus menjadi stakeholder utama dalam pembangunan, bukan penonton. Pemahaman sejarah akan memperkuat jati diri dan semangat nasionalisme,” tegas Suhartono.

Ia menambahkan, Batang memiliki kekayaan sejarah nasionalisme yang kuat dan menjadi pusat awal peradaban Nusantara. “Menyiapkan masyarakat harus dimulai dengan mengekspresikan nilai sejarah agar tidak kehilangan jati diri sebagai masyarakat anti penjajahan,” pungkasnya.

Baca Juga  Dua Orang Korban Klitih di Sleman Dilarikan ke Rumah Sakit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *