Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Balangan

Pemkab Balangan Dorong Pengembangan Kawasan Transmigrasi dan Komoditas Gula Habang

×

Pemkab Balangan Dorong Pengembangan Kawasan Transmigrasi dan Komoditas Gula Habang

Sebarkan artikel ini
Suasana hangat mewarnai FGD Tim Ekspedisi Patriot di Paringin, saat Pemkab Balangan dan masyarakat membahas masa depan kawasan transmigrasi Gula Habang.
Suasana hangat mewarnai FGD Tim Ekspedisi Patriot di Paringin, saat Pemkab Balangan dan masyarakat membahas masa depan kawasan transmigrasi Gula Habang.

PARINGIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, Kalimantan Selatan, terus berupaya mengembangkan kawasan transmigrasi berbasis potensi lokal, salah satunya melalui optimalisasi komoditas unggulan gula habang (gula aren). Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Tim Ekspedisi Patriot yang digelar di Hotel Arraudah Syariah, Paringin, Rabu (1/10/2025).

Kegiatan yang digagas bersama Kementerian Transmigrasi ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, untuk menggali potensi dan merumuskan arah pengembangan kawasan transmigrasi Gula Habang yang mencakup wilayah Kecamatan Batumandi, Paringin Selatan, dan Lampihong. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi gula aren dan hasil pertanian potensial di Balangan.

Kepala Bidang Transmigrasi Kabupaten Balangan, Arsyad, menyatakan dukungan penuh Pemkab terhadap pelaksanaan FGD tersebut.

“Kami berharap melalui Tim Ekspedisi Patriot lahir program konkret dari Kementerian Transmigrasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan transmigrasi. Pemkab memfasilitasi kegiatan ini agar hasil diskusi bisa langsung ditindaklanjuti bersama SKPD terkait dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Joko Purnomo, menekankan pentingnya pendekatan berbasis riset ilmiah dalam revitalisasi kawasan transmigrasi.

“Pengembangan harus menyesuaikan karakter lahan, termasuk wilayah marginal seperti Lajar Pupuyuan yang didominasi tanah gambut. Dengan kajian komprehensif dan pemanfaatan plasma nutfah lokal, kawasan ini bisa berkembang menjadi pusat komoditas unggulan seperti gula aren dan hortikultura,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari masyarakat setempat. Aud Tahyudin, warga Desa Pupuyuan, menyebut FGD ini membawa angin segar bagi masyarakat transmigran.

“Kami berharap hasil diskusi ini tidak berhenti pada kajian, tetapi benar-benar diwujudkan. Jika pertanian, perikanan, dan pengolahan gula aren bisa dikembangkan, kawasan Gula Habang akan semakin maju dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga  Aksi Aipda Edwien Evakuasi Ibu Hamil di Tengah Banjir Balangan

FGD tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat, organisasi pemuda, dan perwakilan dari berbagai instansi daerah. Hasil diskusi akan disusun menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah pusat dan daerah, sebagai dasar pengembangan kawasan transmigrasi yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan — sejalan dengan visi Pemkab Balangan dalam membangun ekonomi lokal berbasis potensi unggulan daerah seperti gula aren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *