Maros, bacakabar – PT Pertamina Patra Niaga terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, perusahaan bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengolah limbah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis menjadi pakan alternatif untuk peternakan bebek masyarakat.
Program ini melibatkan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Maros: SPPG Mandai Bontoa 1, SPPG Mandai Bontoa 2, dan SPPG Biringkanaya Bakung 1. Setiap hari, 100–150 kilogram limbah organik diangkut oleh BUMDes Baji Mangngai menuju peternakan bebek Kelompok Laleng Kassie di Dusun Tamarunang, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai.
Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi limbah organik sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Program ini mendukung Makan Siang Bergizi Gratis dan ketahanan pangan nasional. Kami mengubah limbah menjadi peluang ekonomi,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Kelompok Laleng Kassie, yang telah bermitra dengan Pertamina Patra Niaga sejak 2021, kini memproduksi ratusan butir telur bebek segar tiap minggu. Mereka juga mengolah telur menjadi telur asin berkualitas tinggi untuk meningkatkan nilai jual dan pendapatan.
Ketua Kelompok Laleng Kassie, Maryama, mengungkapkan program ini sangat membantu menekan biaya pakan.
“Pakan adalah biaya terbesar kami. Dengan program ini, biaya berkurang drastis,” katanya.
Selain pakan bebek, sebagian limbah dimanfaatkan untuk budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai sumber protein ternak alami. Cara ini meningkatkan efisiensi produksi dan membuka peluang usaha baru di desa.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, menegaskan program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab).
Pertamina Patra Niaga berencana memperluas program ini ke daerah lain di Indonesia, menggabungkan pengurangan limbah, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan ketahanan pangan.
