Amuntai, bacakabar — Sebanyak 148 peserta mengikuti Pelatihan Tahsin Metode Makhraji yang digelar oleh Qur’anic Family (QuFa) Center STIQ Amuntai selama tiga hari, sejak Rabu (10/7/2025) di Gedung Agung Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Para peserta berasal dari kalangan pengajar tahsin tingkat TK Negeri, SD, dan SMP Negeri se-Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Khairussalim, Asisten I Bupati HSU, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia mendorong para guru terus meningkatkan kualitas bacaan Quran agar mampu mencetak generasi Qurani yang membanggakan. “Kita jaga slogan daerah kita, Amuntai Kota Bertakwa, dengan kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
Hari pertama pelatihan menghadirkan Ustadz M. Khalilurrahman, S.Pd. Ia membawakan materi seputar Makharijul Huruf dan Sifatul Huruf. Para peserta terlihat serius menyimak dan berdiskusi aktif di setiap sesi.

Hari kedua dibuka dengan ice breaking dari Ustadz Asfian Nur, S.Pd., MM, agar peserta lebih rileks dan semangat. Ustadz Asfian lalu menyampaikan materi Lam Ta’rif, An-Nabr, Huruf Muqatta’ah, Tanda Waqaf, serta Ayat Gharibah.
Hari ketiga, Ustadz Abdul Ghani, SQ, S.Pd., selaku mentor QuFa, mengajarkan tentang hukum bacaan Mad, Ghunnah, Nun Sukun/Tanwin, serta Mim Sukun. Suasana belajar berlangsung interaktif dan semangat peserta tak surut hingga akhir sesi.
Ustadz Samsul Fajeri, Lc., MA, selaku Dewan Pembina QuFa Center, turut memberikan tausiyah penutup. “Tingkatkan dulu kualitas diri sebelum membimbing anak-anak. Jangan biarkan anak didik salah dalam melafalkan huruf-huruf Quran, walau mereka harus menangis saat menyetorkan bacaannya,” pesannya.
Menjelang penutupan, Ustadz Samsul memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyetorkan bacaan surah Al-Fatihah guna memperoleh sanad bersambung hingga Rasulullah ﷺ. Dua peserta, Yusuf Ar-Rasyid dan Mayada, berhasil menyetorkan bacaan dengan baik dan memperoleh sanad tersebut.












