Murung Raya – Hujan deras selama beberapa hari menyebabkan Sungai Barito meluap dan membanjiri sejumlah desa di Kecamatan Seribu Riam, Kabupaten Murung Raya (Mura). Desa Muara Joloi menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan ketinggian air mencapai 5 meter.
Banjir yang terjadi sejak Senin malam (15/4/2025) merendam 75 rumah warga dan mengganggu aktivitas 8 Kepala Keluarga (KK). Sebagian rumah di dataran rendah bahkan terendam hingga mendekati atap. Warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman atau menyelamatkan barang menggunakan perahu.
“Banjir memang sering terjadi di sini saat musim hujan, tapi kali ini lebih besar dari sebelumnya,” ujar Kepala Desa Muara Joloi 1, Rusmin Nuryadin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Murung Raya bersama pemerintah kecamatan telah membuka posko dapur darurat untuk membantu korban. “Kami berharap banjir cepat surut agar warga bisa beraktivitas normal,” tambah Rusmin.
Kepala BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman, menyebut banjir dipicu curah hujan tinggi di hulu Sungai Barito. “Selain rumah warga, puskesmas dan pasar juga terendam. Biasanya banjir hanya berlangsung 1-2 hari. Semoga tidak ada korban jiwa,” jelasnya.












