Tanah Laut – Masyarakat Jawa di Balirejo, Kelurahan Angsau, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), memiliki tradisi unik menyajikan ketupat bukan saat Lebaran, melainkan enam hari setelahnya.
Juartini, warga setempat Sabtu, (5/4/2025) mengungkapkan, “Setiap tahun pasti bikin ketupat.” Ia membuat 20-25 ketupat untuk keluarga dan kerabat.
Tahun ini, Juartini menyajikan ketupat dengan lauk sederhana seperti tahu dan tempe santan. “Tapi harus ada kuah, ketupat kurang lengkap tanpa kuah,” ujarnya. Kadang, ia menambahkan haruan masak habang (ikan gabus masak merah) sebagai pelengkap.
Di pasar, ketupat berbagai ukuran ramai dijual. “Lebaran terasa belum lengkap tanpa ketupat,” tandas Juartini. (Poros Kalimantan)












