BanjarPeristiwa

Empat Pemancing Tersambar Petir 2 Tewas

×

Empat Pemancing Tersambar Petir 2 Tewas

Sebarkan artikel ini
Sekelompok pemancing di Sungai Riam Kanan tersambar petir (Foto Istimewa)

Banjar – Dua orang tewas dan dua lainnya luka akibat tersambar petir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mereka merupakan sekelompok pemancing ikan yang sedang memancing di Sungai Riam Kanan.

Identitas korban meninggal yakni, Solohin (51) dan Mamat (78) sedangkan dua korban luka yaitu Putra dan Heri.

Kejadian itu terjadi di Desa Bunglai, Kecamatan Aranio pada Sabtu, (13/4/2024). Peristiwa tragis berawal saat sekelompok orang berkumpul untuk pergi memancing di waduk Riam Kanan, setelah diatur melalui percakapan telepon antara Andi Perdana dan Putra. Mereka bertemu di rumah Andi Perdana di Banjarmasin sebelum berangkat ke Desa Bunglai.

Selanjutnya mereka tiba di Desa Bunglai pada pukul 08.00 WITA dan bertemu dengan Yadi Setiawan, motoris klotok yang akan membawa ke lokasi memancing. Setelah sampai di lokasi pamancingan, mereka langsung memancing.

Pada saat memancing, terdengar suara petir pertama, korban Solihin menegor Mamat untuk melepas joran pancingnya sebagai tindakan pencegahan. Namun, beberapa menit kemudian, terdengar suara petir kedua. Lalu Andi Perdana mendengar sesuatu jatuh ke dalam air.

Saat melihat, dia melihat Heri tenggelam. Usaha penyelamatan berhasil menyelamatkan Heri dan Putra, namun Mamat dan Solihin tidak terlihat lagi dan masih dalam pencarian hingga saat ini.

Setelah ditemukan, keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zaleha Martapura.

Kapolsek Aranio, Ipda Cucu Ariawan Supriyatin, bersama anggotanya, melakukan berbagai tindakan setelah kejadian, termasuk koordinasi dengan berbagai pihak terkait, pencatatan identitas korban dan saksi, pencarian korban, serta pembuatan laporan polisi.

“Dalam penyelidikan, dilokasi ditemukan sejumlah barang bukti mulai dari serok, ember, ponsel, SIM, uang tunai, STNK, minuman, kopi kemasan, pakaian dan tas,” katanya.

Baca Juga  Polisi Sebut Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Pelabuhan Speed

Perkembangan pencarian korban yang tenggelam, pada pukul 23.50 WITA membuahkan hasil, korban Solihin jasadnya telah di ketemukan, selanjutnya tim SAR yang dipimpin oleh Kapolsek Aranio Ipda Cucu Ariawan Supriyatin melanjutkan pencarian jasad Mamat, dan pada pukul 01.35 WITA jasad Mamat kembali diketemukan, sehingga semua korban sudah dapat di evakuasi dari tempat kejadian.

“Peristiwa ini terjadi di tengah cuaca ekstrem dengan hujan lebat, angin, disertai petir yang berkontribusi pada terjadinya tragedi ini. Ini mengingatkan kita akan pentingnya waspada terhadap kondisi alam saat melakukan kegiatan di luar ruangan.” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *