Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
KapuasPemerintahan

Distan Kapuas Sebut Faktor SDM Pemicu Gagalnya Pengembangan Bawang Merah

×

Distan Kapuas Sebut Faktor SDM Pemicu Gagalnya Pengembangan Bawang Merah

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Dwi Purnamasari.

Kuala Kapuas – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kapuas, Kalteng, menyebut salah satu faktor pemicu kegagalan pengembangan budidaya bawang merah di wilayah setempat adalah sumber daya manusia (SDM).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Yaya SP melalui Kepala Bidang Holtikultura, Dwi Purnamasari, kepada awak media mengungkapkan bahwa pihaknya selama beberapa tahun terakhir telah berupaya mengembangkan komoditas bawang merah.

“Beberapa kali pernah dilakukan budidaya bawang merah, faktor SDM nya yang belum bisa secara optimal membantu keberhasilan dalam pengembangannya,” kata Dwi Purnamasari saat diwawancarai awak media ini dikantornya, Selasa (6/2/2024).

Selain itu ia juga menjelaskan, selain faktor SDM, faktor utama penyebab kegagalan adalah iklim yang tak menentu.

“Faktor cuaca atau faktor iklim yang tidak bisa di kita kendalikan sehingga pertanaman akan mengalami banyak kendala atau hambatan, artinya kalau pun bisa panen itu tidak sampai maksimal. Kalau curah hujannya tinggi mengakibatkan banjir akhirnya tanaman yang sudah bagus jadi terendam,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, akibat curah hujannya tinggi akan berpengaruh terhadap penyakit yakni moler.

“Kalau sudah terkena virus moler ini akan sangat sulit sekali dikendalikan dan ini juga berakibat terhadap hasil panen,” kata Dwi.

Ia menambahkan, faktor lainnya yang menjadi kendala adalah saluran irigasi. Apabila curah hujan tinggi, maka akan kesulitan di dalam pembuangan air.

“Jadi rata-rata kebun atau lahan hortikultura ini tidak seperti lahan padi yang tertata sudah irigasinya. Apabila kebanjiran, tidak ada pembuangan airnya,” katanya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Kapuas memiliki potensi bagus untuk dikembangkan adalah budidaya cabai, semangka, nenas dan sayur -sayuran.

“Hal itu dapat menjadi alternatif yang bisa kita kembangkan karena juga memiliki pangsa pasarnya yang cukup bagus, petaninya juga memiliki kemampuan budidaya yang sudah relatif baik,” pungkasnya.

Baca Juga  Pemain Sabu Asal Dadahup Diringkus Polisi

(Rahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *